Untukmewujudkan struktur tim digital marketing yang paling ideal, kita harus memperhatikan beberapa hal penting. Penting sekali untuk memperhatikan tentang prinsip manajemen SDM yang optimal. Brand owner harus memberikan perhatian lebih pada orang (person) dan pembagian tugasnya. Dalammembangun tim digital marketing untuk perusahaan atau bisnis Anda, terlebih dahulu Anda harus mempersiapkan tim nya terlebih dahulu. Sejatinya strategi Digital Marketing bisa berjalan melalui peran 3 tim inti. Ketiganya adalah: Tim Riset dan Analisis Data; Tim ini bertugas untuk melakukan riset terkait kebutuhan pasar. hXgMN. Trend digital marketing terus berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Jika Anda ingin mengikuti perkembangan ini. Maka, Anda harus mempertimbangkan untuk membangun tim digital marketing yang komplit serta solid. Guna membuat bisnis Anda tetap relevan dan mudah dijangkau oleh para audiens. Lebih optimal & cepat dalam pergerakannya karena semua memiliki fungsi mendetail secara masing-masingnya. Selain itu, saat ini ada beragam tools dan aplikasi yang bisa digunakan untuk bekerja dalam sebuah tim digital marketing. Mulai dari project management software, tools social media, rank tracking tool untuk SEO, hingga small business CRM software dalam mengelola lead dan inquiry yang didapatkan dari tim digital marketing Anda. Dan untuk merencanakan strategi pemasaran digital terbaik, tentu Anda memerlukan pasukan yang tepat. Berikut ini adalah para profesional yang akan Anda butuhkan untuk membangun tim digital marketing yang Andal & lengkap. SEO Specialist SEO Search Engine Optimization adalah praktik untuk membuat halaman web Anda muncul di peringkat setinggi mungkin dalam daftar hasil pencarian. Pekerjaan ini membutuhkan pengetahuan yang terkini tentang apa yang sedang populer disertai dengan pemahaman mendalam mengenai cara kerja alogaritma mesin pencari. Tugas utama seorang SEO Specialist adalah memilih dan menerapkan kata kunci terbaik untuk brand Anda. Namun membangun tim SEO tidak semudah itu. Minimal Anda harus mengetahui alur-alur yang benar dalam SEO. Sebagai alternatif, dibanding Anda membangun tim SEO dari 0, Anda bisa menggunakan jasa SEO yang sudah terpercaya kinerjanya dan profesional. Dengan cara ini, Anda bisa menghemat waktu dan energi Anda untuk trial & error. Dan biayanya bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Marketing Strategist Bisa dibilang Marketing Strategist adalah pemimpin tim, mereka yang akan membuat rencana dan mengatur apa yang harus dilakukan setiap anggota tim. Anda harus memiliki seorang Marketing Strategist yang berpengetahuan luas dalam industri dan mau meneliti apa yang tidak mereka ketahui. Tugas Marketing Strategist dapat bervariasi, tetapi biasanya berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan. Selain harus memiliki pengetahuan tentang apa yang akan dan tidak akan berhasil untuk perusahaan, mereka juga bertanggung jawab untuk membuat rencana pemasaran digital. Baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Kemudian menetapkan tolak ukur, serta bekerja sama dengan anggota tim lain untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Web Designer Sebagian besar strategi digital marketing bertujuan untuk meningkatkan pengunjung ke website Anda guna mendapatkan konversi, jadi pastikan Anda memiliki Web Designer terbaik untuk menjaga konsumen tetap datang. Web Designer yang bagus harus mampu menangani berbagai detail teknis, misalnya seperti membuat desain dan menangani kinerja website. Yang sesuai untuk semua jenis perangkat, demi meningkatkan pengalaman pengguna serta mempengaruhi kesan orang-orang terhadap merek Anda. Content Writer Sama seperti namanya, Content Writer bertugas untuk menulis konten, termasuk artikel blog, copy ads webiste, iklan, deskripsi produk, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan kepenulisan. Seorang Content Writer harus bisa membuat konten yang bagus. Namun dalam dunia pemasaran digital, konten yang bagus tidak hanya sekedar bebas dari typo saja, tapi juga harus sesuai dengan aspek SEO yang berlaku dan pemahaman yang baik mengenai bagaimana pekerjaan mereka cocok dengan strategi pemasaran secara keseluruhan. CRO Specialist CRO Conversion Rate Optimization Specialist bertugas untuk meninjau situs web dan perencanaan pemasaran digital. Mereka adalah pakar konversi yang akan memberitahu Anda perubahan apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan lebih banyak penjualan serta prospek dan membuat kampanye yang dipersonalisasikan berdasarkan tujuan perusahaan. Hampir setiap aspek dalam pemasaran digital yang mencakup desain web, kepenulisan konten, sosial media, analisis data, dan lain sebagainya. Juga berkontribusi pada tingkat konversi Anda, karenanya seorang CRO Specialist dapat membantu Anda meningkatkan semuanya. Data Analyst Ada begitu banyak data dalam ruang digital, sehingga Anda akan membutuhkan pakar seperti seorang Data Analyst. Mereka bertugas untuk meninjau statistik kinerja website. Khususnya pada area yang membutuhkan perbaikan, dan menyajikan semua informasi yang didapatkan kepada Anda dengan cara yang mudah dicerna. Hasil analisis data juga merupakan sumber yang bagus untuk seluruh anggota lain di dalam tim. Misalnya SEO Specialist mengandalkan data untuk memilih kata kunci, Web Designer untuk membuat desain, Content Writer untuk menentukan topik, dan CRO Specialist untuk mengidentifikasikan titik lemah. Idealnya, setiap perusahaan haruslah memiliki tim digital marketing, namun seperti yang kita tahu bahwa dalam bisnis tidak semua hal selalu berjalan dengan cara yang ideal. Karenanya perlu diingat jika Anda memiliki anggaran yang terbatas, Anda tidak perlu mempekerjakan seluruh anggota tim digital marketing sendiri. Programmer Pekerjaan pe-mrograman memang bukan bagian dari pemasaran, namun keberadaannya dapat memberikan dampak yang besar bagi digital marketing. Seorang Programmer bertugas untuk merealisasikan ide setiap anggota tim dengan menerjemahkannya menggunakan kode komputer. Karena itu mereka harus tahu semua bahasa komputer yang relevan dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan struktur tim tersebut diatas di jamin bakalan andal banget, pastikan juga tim solid satu dengan yang lain sehingga segala goals & deadline dapat tercapai dengan maksimal. Bagi Sobat yang sedang mencari perumahan dengan harga terjangkau, fasilitas jempolan, lokasi super strategis langsung cek website tersedia unit subsidi dan unit komersil 2 lantai. Membangun struktur organisasi tim digital marketing yang ideal merupakan impian setiap bisnis & perusahaan agar nantinya mampu mencapai target yang diharapkan. Akan tetapi, masih banyak bisnis yang bingung bagaimana cara membangunnya dikarenakan ragu bahkan takut nantinya tim yang dibangun tersebut tidak memberikan hasil apa-apa terhadap perkembangan bisnis. Dalam artikel ini, kita akan bahas mulai dari urgensi memiliki tim digital marketing, contoh struktur organisasi digital marketing, hingga kiat-kiat penting dalam membangunnya Mengapa Membangun Tim Digital Marketing Itu Penting? Perkembangan bisnis digital yang makin terakselerasi akibat adanya pandemi tahun 2020 menjadikan kebutuhan bisnis akan digital marketing semakin besar. Mudahnya akses serta tersedianya ruang optimasi di berbagai hal membuat banyak bisnis berbondong-bondong untuk segera memanfaatkannya. Apabila kita lihat dari sudut pandang lain, tentu peluang berbisnis dengan menggunakan teknologi digital yang dulunya besar, kini kian hari makin menyusut secara perlahan akibat banyaknya kompetitor yang mulai muncul ke permukaan. Hal ini menuntut setiap bisnis tak terkecuali perusahaan Anda untuk dapat survive agar tetap bisa memenangkan hati pelanggan sekaligus berekspansi. Untuk dapat bertahan di tengah gempuran para kompetitor yang makin banyak, Anda tentu tidak bisa selalu mengandalkan kemampuan sendiri. Oleh karena itu, dalam konteks ini Anda wajib memiliki sebuah ā€œTim Digital Marketing.ā€ Selain membantu Anda untuk mengatasi hal tersebut, tim inilah yang nantinya dapat membawa bisnis Anda menuju arah pertumbuhan yang berkelanjutan. Singkatnya, 2 hal itulah yang mendasari mengapa membangun tim digital marketing sangat penting bagi perkembangan bisnis di era digital saat ini. Baca Juga Digital Marketer Tugas dan 3 Peran Utamanya dalam Bisnis Setelah mengetahui apa urgensi memiliki tim digital marketing dalam bisnis, berikutnya mari kita pahami apa saja fokus utama saat akan membangun tim digital marketing tersebut. Fokus Utama saat Membangun Tim Digital Marketing Dalam membangun sebuah tim digital marketing, setidaknya ada 4 fokus utama yang harus diperhatikan, yaitu alur kerja, ruang lingkup pekerjaan, fungsi tugas, dan aktivitas pekerjaannya sehari-hari. Fokus-fokus tersebut dapat memandu Anda sekaligus memetakan apa saja yang akan menjadi tanggung jawab bagi sebuah tim digital marketing nantinya. a. Alur Kerja Tim Dalam menjalankan bisnis, penting bagi sebuah perusahaan untuk tahu bagaimana cara sebuah tim dapat meraih targetnya secara realistis. Karenanya, fokus pertama yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah seperti apa alur kerja Workflow tim digital marketing itu sendiri. Alur kerja tim sendiri dapat dilihat mulai dari bagaimana mereka melakukan riset terhadap brand, kompetitor, maupun pelanggan bisnis, bagaimana proses mereka dalam merancang strategi, hingga nantinya sampai pada eksekusi serta evaluasi dari strategi yang dijalankan b. Ruang Lingkup Pekerjaan Divisi marketing, khusus dalam konteks ini adalah tim digital marketing memiliki ruang lingkup pekerjaan tidak hanya bersifat satu arah kepada pelanggan yang ditarget saja, namun juga kepada pihak lainnya dalam sebuah organisasi Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah agar pesan marketing yang disampaikan tidak keliru. Selain itu, agar nantinya hubungan baik yang dibangun dapat bertahan dalam jangka waktu panjang. c. Fungsi Tugas Tim digital marketing memiliki fungsi tugas tidak hanya sebagai eksekutor strategi saja, namun juga sekaligus sebagai konseptor, serta komunikator dari strategi tersebut. Peran ini tentu sangat penting mengingat begitu luasnya peta digital saat ini khususnya di Indonesia itu sendiri. d. Aktivitas dalam Pekerjaan Dalam kesehariannya, tim digital marketing nantinya akan lebih banyak bergerak di balik layar, menyusun strategi serta memikirkan seperti apa eksekusi dari strategi tersebut. Sesekali, mungkin mereka juga akan tampil guna menangkap ekspetasi pelanggan terhadap brand dan juga produk bisnis. Baca Juga Ketahui 10 Tugas Utama Divisi Marketing dalam Perusahaan Contoh Struktur Organisasi Digital Marketing a Fungsi Setiap Peran Role dalam Tim Digital Marketing Dalam mengeksekusi strategi digital marketing, tentu akan sangat sulit bagi 1 orang agar dituntut menjalankan semua tugas digital marketing dari A sampai Z. Biasanya, perusahaan membagi tugas-tugas tersebut untuk dikerjakan sesuai dengan peran Role dan posisinya dalam organisasi. Beberapa di antaranya, yaitu • Managerial Roles Pertama, peran manajerial yang bertugas untuk membuat & mengambil keputusan, serta mengelola keseluruhan alur pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Biasanya peran ini sangat sering dihadapkan dengan beberapa pertimbangan kritis, dan melihat segala hal dari kacamata helikopter. Beberapa contoh posisi yang mengisi peran ini yaitu Digital Marketing Manager, Project Manager, Brand Manager, Social Media Manager, Online Public Relations Manager, dan sebagainya. • Strategist Roles Selanjutnya, ada peran strategis di mana tugasnya kebanyakan adalah untuk membuat, memantau, serta mengevaluasi rencana-rencana digital marketing baik yang sifatnya long-term maupun short-term. Beberapa contoh posisi yang mengisi peran ini yaitu Digital Strategist, Digital Marketing Lead, Content Strategist, SEO Strategist, Social Media Strategist, dan sebagainya. • Analyst & Specialist Roles Peran analisis & spesialis cenderung kepada eksekusi strategi, mengukur, serta membaca hasil dari upaya digital marketing yang dijalankan. Beberapa contoh posisi yang mengisi peran ini Social Media Analyst, Social Media Specialist, SEO/SEM Specialist, KOL Specialist, dan sebagainya. • Officer Roles Terakhir, ada peran officer yang bertugas untuk mengeksekusi strategi digital marketing dengan porsi pekerjaan yang lebih sedikit ketimbang peran analis & spesialis. Beberapa contoh posisi yang mengisi peran ini Customer Relation Officer, Graphic Designer, Content Writer, Social Media Admin, Content Creator, Copywriter, dan sebagainya. Meskipun dibagi menjadi beberapa peran tertentu, pada praktiknya tidak semuanya harus ada dalam sebuah organisasi bisnis. Bisa jadi satu posisi dapat menjalankan 2–3 peran sekaligus, di mana tugasnya adalah membuat rencana digital marketing, eksekusi, hingga membuat kesimpulan berdasarkan data. Hal ini kembali lagi kepada bagaimana mana skala perusahaan, kapabilitas, serta tujuan yang ingin dicapai melalui digital marketing. b Gambaran Struktur Organisasi Tim Digital Marketing Contoh struktur organisasi digital marketing yang pertama dapat kita lihat dari bisnis yang fokus pada penjualan produk, layanan, ataupun jasa. Di sini, bisnis hanya mempromosikan produk yang dimilikinya sendiri sehingga tim digital marketing yang dibentuk pun dapat fokus mengelola beberapa saluran digital seperti media sosial, website, dan platform periklanan milik brand tersebut. Contoh Struktur Organisasi Digital Marketing untuk Bisnis Pada contoh struktur organisasi digital marketing yang ke-2 dapat kita lihat dari bisnis yang bergerak sebagai agensi. Bisnis memiliki fokus untuk mengelola saluran digital miliknya sendiri dan juga milik klien. Sehingga menjadikan beberapa role digital marketing yang dibentuk pun dapat diisi oleh lebih dari 1 orang. Contoh Struktur Organisasi Digital Marketing untuk Bisnis Agensi Itu tadi 2 contoh struktur organisasi digital marketing dalam bisnis. Perlu diingat bahwa struktur organisasi tersebut hanyalah gambaran dan tidak selalu cocok untuk diterapkan pada semua jenis bisnis. Kembali lagi pada Anda sebagai business owner untuk paham apa saja kebutuhan bisnis. Bukan berarti definisi tim yang ideal adalah menempatkan sebanyak-banyaknya orang ke dalam sebuah tim, melainkan tahu apa saja yang dibutuhkan bisnis untuk mencapai tujuan, serta menempatkan orang-orang yang tepat pada posisinya. Baca Juga 3 Contoh Proses Bisnis yang Dapat Anda Pelajari [Gambar] Langkah Awal yang Dilakukan Tim Digital Marketing Pada saat tim digital marketing Anda telah terbentuk, tentu ada hal-hal yang wajib dipersiapkan di awal. Beberapa hal yang dapat tim Anda kerjakan saat akan mulai menjalankan digital marketing di antaranya 1. Identifikasi Tujuan Bisnis & Marketing yang Ingin Dicapai Hal pertama yang wajib dilakukan oleh tim digital marketing adalah mengidentifikasi apa tujuan bisnis serta tujuan marketing yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, tujuan bisnis Anda di tahun 2023 adalah bisa mencapai revenue Rp5 miliar dalam setahun. Lalu, tujuan bisnis itu diterjemahkan ke dalam tujuan marketing di mana Anda harus mendapatkan sales misalkan 50 ribu produk di tahun tersebut. Untuk mendapatkan 50 ribu penjualan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan digital marketing, di mana tim Anda harus menentukan strategi apa yang paling efektif, saluran digital apa yang tepat untuk digunakan, dan lain-lain sebagainya. 2. Kemas Pesan Bisnis & Marketing Semenarik Mungkin Apabila sudah paham apa tujuan yang ingin dicapai, selanjutnya tim digital marketing dapat mulai mengemas seperti apa pesan yang ingin disampaikan agar para pelanggan tertarik berkunjung ke saluran yang tim Anda kelola. Pesan ini nantinya akan dikemas ke dalam bentuk konten, entah itu konten dengan format tulisan, gambar, audio, konten video. 3. Buat Strategi Jangka Panjang Long-term Strategy & Pendek Short-term Strategy Langkan penting selanjutnya adalah tim digital marketing harus mampu membuat perencanaan long-term strategy dan short-term strategy. Tujuannya adalah agar tim Anda tahu bagaimana cara untuk meraih tujuan bisnis & marketing dengan lebih realistis, serta mampu memetakan apa saja eksekusi yang akan dilakukan dalam periode waktu tertentu. 4. Tentukan Saluran Digital yang akan Digunakan Yang ke-4, tim digital marketing harus bisa menentukan saluran digital marketing apa yang paling sesuai untuk digunakan. Ini sangat erat kaitannya dengan seperti apa persona pelanggan yang ditarget, karakteristik tiap-tiap saluran digital, serta tren yang tengah berkembang kala itu atau yang akan datang. 5. Eksekusi Strategi Digital Marketing dalam Suatu Kerangka Kampanye Perihal eksekusi strategi digital marketing, masih banyak sekali bisnis yang asal menjalankannya tanpa adanya perencanaan yang matang. Hal ini dapat dilihat dari kerangka kampanye yang mereka susun. Kampanye digital marketing Digital Marketing Campaign sebenarnya dapat dibuat sesederhana menyusun seperti apa buyer persona, to-do list, promotion assets, key message, budget, ataupun timeline pengerjaan dalam periode tertentu. Akan sangat disarankan bagi tim digital marketing di bisnis Anda untuk menyusunnya dengan lebih detail agar hasil yang diraih juga maksimal. 6. Ukur serta Evaluasi Kinerja Tim Digital Marketing dengan KPI ataupun OKR Agar dapat memantau kinerja tim digital marketing, tentu dibutuhkan suatu indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan ini dapat diukur dengan menggunakan KPI Key Performance Indicator ataupun OKR Objectives and Key Results. Misalnya, apabila di tim digital marketing terdapat seorang SEO Specialist, maka Anda dapat mengukur kinerjanya melalui jumlah trafik yang datang website. 7. Selalu Persiapkan Rencana-rencana Lanjutan Yang ke-7 merupakan hal yang harus selalu siap dilaksanakan oleh tim digital marketing yaitu mampu mempersiapkan berbagai rencana lanjutan. Rencana ini tidak hanya sebatas apa yang akan dilakukan nanti, namun juga termasuk rencana darurat apabila strategi yang tengah dijalankan tidak efektif karena perubahan tren dan sebagainya. Baca Juga Bagaimana Cara Menentukan SMART KPI dalam Digital Marketing Lalu, apa saja cara suatu perusahaan membangun tim digital marketing yang menurutnya ideal? Mari kita bahas! Bagaimana Perusahaan Membangun Tim Digital Marketing yang Ideal? Membangun tim digital marketing yang ideal tentu tidak dapat tercipta hanya dalam satu malam. Pastinya butuh proses untuk bisa mencapai hal tersebut. Beberapa kiat yang dapat Anda jadikan pedoman agar bisa menumbuhkan potensi terbaik dari tim bisnis antara lain • Pilih Tim dengan Talenta Terbaik di Bidangnya Tentu membangun tim dengan potensi terbaik dimulai dari memilih talenta-talenta terbaik di bidangnya. Hal ini dapat Anda mulai saat perekrutan karyawan. Anda dapat melihat gambaran potensi tersebut tidak hanya dari pengusaan hard skill semata, namun juga dari soft skill serta wawasan dan keinginan mereka untuk dapat terus bertumbuh. • Rutin Adakan Sesi Brainstorming, Design Thinking, ataupun FGD Selanjutnya, tim Anda harus sering-sering dilatih untuk menemukan solusi bahkan menciptakan inovasi melalui kegiatan brainstorming, design thinking, ataupun focus group discussion FGD. Memang berat di awal ketika mereka harus beradaptasi terlebih dahulu. Akan tetapi, apabila ini sudah menjadi budaya perusahaan, maka ide-ide spektakuler akan sangat mudah bermunculan. • Bangun Budaya Kerja Kolaboratif serta Terintegrasi Selain merutinkan beberapa hal di poin 2, Anda juga harus menciptakan budaya kerja yang kolaboratif serta terintegrasi satu sama lain. Hal ini bertujuan agar koordinasi antar tim dapat berjalan lancar, serta meningkatkan efektivitas serta efisiensi saat bekerja. • Berikan Reward atas Keberhasilan Tim dan juga Individu Untuk memotivasi tim serta individu di dalamnya, Anda juga sebaiknya menyediakan hadiah atau reward bagi mereka yang berhasil melakukan pencapaian-pencapaian tertentu. Sebaliknya, Anda juga harus menyiapkan notice, warning, ataupun punishment bagi mereka yang memiliki performa rendah, dengan niatan agar bisa mendongkrak kinerja mereka lebih baik lagi. • Selalu Tingkatkan Kapabilitas Tim Digital Marketing Yang terakhir dan yang pasti dibutuhkan oleh tim bisnis Anda adalah peningkatan kapabilitas individu sesuai bidangnya masing-masing. Ada begitu banyak cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk dapat meningkatkan kapabilitas tim, salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar melalui pelatihan training, workshop, maupun seminar. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa pelatihan yang mereka ikuti nantinya sejalan dengan kontribusi mereka bagi perusahaan. Baca Juga Rekomendasi Kursus & Training Digital Marketing di Bandung Penutup Itu tadi penjelasan mengenai panduan membangun tim digital marketing yang ideal bagi bisnis. Diharapkan melalui penjelasan tersebut nantinya bisa memberikan Anda sedikit gambaran saat akan membangun sebuah tim yang solid. Tentu membangun sebuah tim bukanlah perkara mudah. Perusahaan perlu memfasilitasi serta menyediakan ruang bertumbuh bagi setiap individu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah satu cara untuk dapat membangun tim digital marketing yang ideal adalah melalui peningkatan kapabilitas tim. Bersama Sasana Digital, mari maksimalkan potensi tiap individu dalam tim melalui program Training Digital Marketing yang materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda saat ini. Info selengkapnya dapat Anda simak dengan mengklik banner di bawah ini! Struktur Tim Digital Marketing Paling Ideal – Tim digital marketing sangat penting untuk mewujudkan tujuan marketing digital perusahaan. Komposisi dan struktur tim digital marketing yang tepat dapat membantu pebisnis dalam menangani masalah penjualan produk melalui media digital dan internet. Hal ini menjadi peluang yang tidak bisa dianggap remeh mengingat masyarakat cenderung menggunakan internet di kehidupan sehari-harinya. Dikutip dari CNN, pada bulan Januari tahun lalu saja 2021, total pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 202,35 juta user atau sebanyak 76,8%. Tentu bagi brand dan perusahaan, hal ini merupakan peluang yang sangat besar. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang ini, setiap kegiatan digital marketing bisa diukur dengan peluang tersebut tentu harus bisa disambut oleh para brand owner dan perusahaan. Salah satunya adalah dengan mulai aware dengan digital marketing. Untuk mewujudkan hal tersebut, penting sekali untuk membentuk sebuah struktur tim digital marketing yang paling ideal. Hal ini penting, terutama untuk mweujudkan proses digital marketing menjadi lebih mewujudkan struktur tim digital marketing yang paling ideal, kita harus memperhatikan beberapa hal penting. Penting sekali untuk memperhatikan tentang prinsip manajemen SDM yang optimal. Brand owner harus memberikan perhatian lebih pada orang person dan pembagian tugasnya. Direkomendasikan untuk selalu menerapkan prinsip ā€œthe right man on the right placeā€ dalam membentuk tim yang ideal. Selain itu bila manajemen menghendaki efisiensi SDM, mungkin karena keterbatasan alokasi anggaran dan sebagainya, maka penting untuk mewujudkan tim dengan prinsip ā€œmiskin struktur kaya fungsiā€.Kali ini kita akan membahas tentang struktur tim digital marketing yang paling ideal untuk tim digital marketing perusahaan yang sangat lengkap update Februari 2022. Pastikan untuk selalu menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat. Perhatikan karakter orang yang mengisi posisi jabatan terkait dan juga termasuk pembagian tugasnya. Selalu kontrol jangan sampai ada personel yang terlalu overload maupun yang terlalu ini beberapa posisi yang perlu dipertimbangkan dalam membentuk struktur tim digital marketing yang paling Marketing StrategistSeorang digital marketing strategist berperan dalam mengatur strategi pemasaran digital. Dia adalah orang yang kreatif dan memahami banyak proses digital marketing. Lebih baik untuk merekrut orang yang menempati posisi ini dengan kualifikasi minimal sudah berpengalaman minimal dua tahun. Atau paling tidak, sudah pernah melakukan tiga campaign digital marketing. Posisi ini menuntut pemikiran strategis, taktis, dan kreatif dalam mencapai tujuan perusahaan. Orang dengan spesifikasi ini biasanya akan lebih baik bila merangkap sebagai kepala divisi atau digital marketing lead, atau digital marketing manager. Pada beberapa perusahaan, kita mungkin akan menemukan posisi yang hampir mirip dengan jabatan ini sebagai performance marketer. Jabatan ini sama-sama berwenang dalam menentukan alokasi budget dan evaluasi kinerja Marketing AnalystPosisi digital marketing analyst akan banyak menangani tentang analisa data digital marketing. Mereka akan lebih banyak berkutat pada angka dan KPI Key Performance Indicator. Disarankan untuk merekrut orang pada posisi ini dengan tingkat analisa yang tinggi. Mayoritas pekerjaan pada posisi ini lebih banyak pada analisa dan pengelolaan data berupa angka dan insight lainnya. Contohnya adalah evaluasi KPI, analisa trafik website, mengukur konversi dan pelacakan, serta memberikan saran optimasi StrategistJabatan ini bertanggung jawab dalam menentukan kebutuhan akan konten. Tidak jarang dia juga akan menangani konten dari planing sampai eksekusi copywriting. Konten menjadi hal yang sangat krusial karena banyak konversi dalam digital marketing akan ditentukan konten dan bagaimana cara penyampaiannya. Untuk itu, seorang content strategist juga harus bisa memilih platform distribusi konten yang paling tepat. Hal ini tentu demi terhubung dengan target market yang tepat. Content strategist biasanya akan membutuhkan bantuan dari content writer dan copywriter. Namun, kenyataan dilapangan, dengan load pekerjaan yang tidak terlalu banyak, biasanya seorang content strategist bisa menangani tugas-tugas dari content writer dan copywriter specialist. Untuk perusahaan dengan skala agency dimana kerjaan produksi konten sangat tinggi, biasanya membutuhkan content writer dan copywriter specialist secara Relation OfficerCustomer relation officer melakukan tugas-tugas yang berhubungan untuk membangun kepercayaan customer. Jabatan pada posisi ini juga bertugas untuk mengelola interaksi dengan audiens disemua platform digital marketing. Pada beberapa perusahaan, posisi ini biasanya erat dengan account executive, email marketer, CRM staff, dan customer service. Posisi tersebut berorientasi pada pelayanan, dimana perusahaan berusaha meningkatkan prospek penjualan dan mendapatkan informasi tentang perilaku pelanggan mereka. Mereka berhubungan dengan customer dan menjamin setiap kebutuhan mereka bisa terpenuhi dengan Marketing SpesialistPosisi digital marketing spesialist menangani tugas-tugas khusus yang terspesialisasi. Dalam hal ini untuk digital marketing spesialist menangani pekerjaan-pekerjaan khusus digital marketing. Kalau digital marketing strategist merencanakan strategi, jabatan ini lebih pada melakukan eksekusi, monitoring, dan optimasi. Pada perusahaan besar, digital marketing spesialist akan dibagi lagi menurut spesialisasi pada keahlian digital marketing tertentu. Namun perkembangan sekarang ini, tidak jarang pula yang melakukan rekrutmen untuk posisi full-stack digital marketer. Kita menyebutnya full-stack karena mereka menangani hampir semua platform digital marketing. Idealnya posisi ini akan terdiri dari sosial media specialist, SEO specialist, SEM specialist, maupun email marketing specialist seperti yang sudah kita singgung Specialist melakukan interaksi langsung dengan target market. Mereka bertanggung jawab untuk menyusun untuk mengelola seluruh sosial media perusahaan untuk meningkatkan prospek penjualan. Selain itu, mereka juga melakukan distribusi konten untuk tujuan sosial media yang biasanya dikelola meliputi instagram, facebook, twitter, linkedin, tiktok, maupun youtube. Posisi ini biasanya juga memiliki beberapa turunan jabatan seperti Social Media Strategist, Social Media Admin, Social Media Planner, dan Social Media SpecialistJabatan ini biasanya mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan ranking di mesin pencari. Hal ini bukan saja untuk meningkatkan reputasi perusahaan, namun juga sangat baik untuk meningkatkan konversi. Hal ini penting karena data di mesin pencari contoh saja seperti Google merupakan ā€œwarm leadsā€. Kenapa ā€œwarm leadsā€? Ya, karena setiap customer yang menemukan website kita, mereka sudah memiliki interest yang cukup tinggi untuk membeli produk atau menggunakan jasa kita. Itulah kenapa strategi digital marketing di mesin pencari menjadi hal yang perlu dioptimasi karena tingkat konversinya yang tinggi. Dalam bahasa sederhananya, layanan tidak akan tampil di mesin pencari jika tidak ada orang yang melakukan pencarian. Juga, setiap pencari adalah mereka yang memiliki kebutuhan. Makanya sesuai prinsip ekonomi, pada mesin pencari mempertemukan antara permintaan dengan dan SEM specialist adalah dua hal yang berbeda. SEO lebih banyak menangani treatment peningkatan ranking di mesin pencari dengan cara-cara organik. Sedangkan SEM lebih banyak menampilkan website kita di mesin pencari dengan cara-cara berbayar. Namun, realitanya seorang SEO specialist biasanya dituntut juga untuk bisa menguasai SEM. Tren kebutuhan posisi ini juga seperti itu. Kecuali untuk beberapa perusahaan tertentu yang menuntut spesialisasi, mereka biasanya membutuhkan posisi SEO specialist dan SEM specialist tersendiri PPC specialist.Full-stack Web DeveloperPosisi full-stack web developer bertanggung jawab dalam developing dan managing website. Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pembuatan website maupun landingpage biasanya akan kita serahkan kepada tim ini. Full-stack web developer merupakan gabungan dari beberapa spesialisasi pekerjaan lainnya. Biasanya mereka menguasai hal-hal yang berkaitan dengan front-end dan back-end website developer. Seorang full-stack web developer akan berhubungan banyak dengan tim digital marketing berkaitan dengan campaign yang akan dijalankan. Lalu mereka juga berhubungan dengan tim designer untuk menentukan layout web. Kemudian, mereka juga akan berhubungan dengan tim content untuk menentukan copywriting website. Selain itu, tim analytics juga memiliki kontribusi untuk analisa pengunjung website. Hal ini penting untuk menciptakan ā€œhigh-converting landing pageā€.Graphic DesignerPosisi desainer juga sangat penting. Mereka bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan desain untuk jabatan-jabatan lainnya. Semua hal yang berkaitan dengan visualisasi tujuan digital marketing akan diterjemahkan oleh tim desainer. Mereka juga seringkali menjadi eksekutor untuk produksi konten. Posisi terkait dengan graphic designer adalah UI/UX Designer. UI/UX designer merupakan salah satu spesialisasi desainer yang biasanya lebih fokus ke developing app dan website. Tugas mereka adalah untuk membuat user lebih nyaman dalam menggunakan app maupun ManagerProject manager bertanggung jawab dalam penanganan setiap project. Dia akan lebih fokus dalam mengelola tim yang sedang bekerja, pengelolaan SDM tim, dan memastikan semua tugas terselesaikan dengan baik. Struktur Tim Digital Marketing yang Tepat Contoh Struktur Tim Digital MarketingSetiap perusahaan pasti akan memerlukan komposisi tim digital marketing yang berbeda. Hal ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan mayoritas yang sering dihadapi. Begitu pula dengan nama jabatan, banyak perusahaan yang melakukan improvisasi. Seringkali ada dua jabatan yang namanya berbeda namun secara umum tugasnya sama saja. Juga dengan jobdesk-nya, kita bisa menggabungkan maupun memisahkan setiap jabatan sesuai dengan kebijakan brand owner harus senantiasa berorientasi pada pencapaian tujuan perusahaan. Kita seringkali akan menggunakan cara-cara tertentu untuk mewujudkan efisiensi. Catatannya adalah, bahwa setiap kebutuhan tim digital marketing tidak harus dipenuhi dengan rekrutmen pegawai tetap. Banyak perusahaan yang semakin kesini menggunakan freelance maupun agency untuk memenuhi kebutuhan digital ini tentu akan meringankan beban anggaran SDM. Perusahaan biasanya memenuhi beberapa kebutuhan jasa berikut dengan freelance atau vendor. Diantaranya graphic designer dan web developer. Untuk kebutuhan lainnya, biasanya perusahaan akan cukup dengan merekrut orang-orang dengan kemampuan full-stack digital marketing. Namun ini hanyalah versi efisiensi saja, untuk idealnya tetap seperti yang sudah kita bahas bersama diatas. Saat ini banyak pebisnis berbondong-bondong untuk menuju era digitalisasi. Anda bisa menyaksikan akhir-akhir ini banyak sekali perusahaan yang membuka lowongan kerja untuk bagian digital marketing. Dari sini dapat kita sedikit simpulkan bahwa kebutuhan untuk membangun tim digital marketing sudah sangatlah urgent. Apakah anda juga sedang merasakan kebutuhan yang serupa? Jika ya maka lanjutkan untuk membaca artikel ini sampai selesai. Ketika seorang pebisnis hendak melakukan digitalisasi terhadap bisnis yang sedang ia jalankan, kadang mereka lupa untuk membuat pondasi yang penting dalam membangun tim digital marketing. Jadi ketika anda akan membangun tim digital tidak bisa sembarangan. Kita harus memperhatikan aspek-aspek dalam dunia online yang jelas berbeda jauh dengan marketing secara kendala yang dialami oleh para pebisnis ketika mereka membangun tim digital marketing, seperti ketiadaan pengetahuan yang mumpuni soal teknis dalam dunia digital itu sendiri. Hal ini menyebabkan mereka menjadi gegabah dalam melakukan rekrutmen karyawan untuk handle digital marketing. Jadi pada dasarnya kita tidak bisa membebankan digital marketing kepada satu atau dua orang saja dalam satu tim. Sebab to do list dalam digital marketing itu sangatlah banyak. Apabila kita tak mengetahui hal ini maka apa yang dikerjakan oleh karyawan akan sia-sia sebab semuanya tidak maksimal. Nah untuk itu sebelum kita bahas tentang cara membangun tim digital marketing yang baik maka mari disimak dulu apa itu tim digital marketing. Pengertian Tim Digital MarketingJika kita ingin mengetahui apa itu tim digital marketing, maka kita harus kembali pada pengertian awal sebuah tim. Jadi tim adalah sekelompok orang yang mempunyai visi yang sama dengan tujuan yang sama pula meskipun mereka mengerjakan hal yang berbeda-beda. Jadi kalau tim digital marketing adalah sekelompok orang yang menjalankan tugas digital marketing, dengan tujuan branding dan penjualan sebuah produk tertentu. Mereka bahu membahu untuk meningkatkan branding da juga selling agar terus meningkat dari waktu ke waktu. Jadi esensi dalam sebuah tim digital marketing adalah soal kerjasamanya. MInimal untuk tim digital marketing adalah berjumlah 3 orang. Ini merupakan jumlah minimal yang harus anda penuhi jika ingin membangun tim internet marketing yang sehat. Kurang dari itu maka pekerjaannya tidak maksimal. Lebih dari itu juga lebih bagus namun jangan sampai kelebihan juga. Karena ketika dalam sebuah tim terdiri dari banyak orang justru akan menghabiskan sumber daya keuangan dari perusahan tersebut. Nanti kita akan bahas tentang jumlah maksimal tim digital marketing. Sebelum itu mari simak dulu pentingnya tim digital dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Pentingnya Tim Digital Marketing dalam Sebuah PerusahaanBuat anda yang saat ini masih berusaha membangun tim internet marketing, maka simak dulu apa kegunaan dari tim tersebut di dalam perusahaan anda. Sebagai Ujung Tombak PenjualanSaat ini tim digital marketing menjadi ujung tombak dalam pemasaran. Sebab hampir 60% pembelian oleh customer saat ini berlangsung secara online. Maka dari itu jika anda tak merambah dunia digital maka akan melewatkan kesempatan emas tersebut. Dan untuk mengoptimasi penjualan online itu wajib kita punyai tim yang solid dan multirole atau bisa menjalankan berbagai tugas dengan fleksibel. Sebagai Ujung Tombak BrandingPun dalam branding juga bisa kita lakukan lewat sosial media atau lewat internet. Jadi kita tahu bahwa branding paling manjur adalah lewat testimoni maupun lewat mulut ke mulut. Kalau intensitas marketing dari mulut ke mulut sudah jarang, maka saatnya sekarang kita ciptakan branding tersebut lewat digital. Dan untuk branding lewat digital tersebut juga membutuhkan tim yang sadar pentingnya sosmed sehingga bisa membuat konten yang benar benar menjual. Meningkatkan Persaingan dengan KompetitorSaat ini sudah tidak bisa kita pungkiri bahwa hampir semua pelaku bisnis pasti menggunakan digital marketing dengan skala besar maupun kecil. Kalau kita tak segera membentuk tim digital marketing yang solid, maka anda akan sulit bersaing dengan kompetitor. Menekan Biaya PemasaranPemasaran lewat dunia digital juga cenderung lebih murah apabila dibandingkan dengan pemasaran konvensional. Bayangkan jika anda bisa membangun tim digital marketing yang solid dan multirole, maka anda tak perlu lagi menyewa buzzer untuk melakukan sebar brosur di perempatan-perempatan. Itulah pentingnya membangun tim digital marketing dalam perusahaan anda. Lalu apa saja struktur tim yang harus kita bangun tersebut? simak berikut ini. Struktur Tim Digital MarketingJadi dalam sebuah tim online marketing kita harus mempunyai satu orang yang berfungsi sebagai koordinator semua tim. Tugasnya melihat kinerja dari seluruh divisi, apakah ada penurunan kinerja atau tidak. Setelah anda mempunyai koordinator maka selanjutnya anda bisa membentuk divisi-divisi di bawah ini. Produksi Konten Sosial MediaUntuk divisi konten sosmed ini nantinya yang akan menghandle seluruh produksi konten di instagram, facebook, twitter, tiktok, dan lain sebagainya. Mereka bertugas membuat konten dalam bentuk desain, sekaligus copywriting nya. Pun mereka juga bertugas untuk mengupload konten sesuai jam prime time. Jadi setidaknya di sini anda butuh 3 orang untuk divisi konten, yakni desainer, copywriter, dan publisher. Maintenance dan Pembuatan Konten WebsiteWebsite juga tidak bisa kita sepelekan karena website adalah untuk mendapatkan trust dari customer. Untuk mengelola website sekaligus optimasinya, kita membutuhkan setidaknya dua orang yakni untuk mengelola teknis per-website-annya dan juga konten-konten webnya. Jadi untuk konten web kita tidak bsia sembarangan memposting. Harus sesuai dengan kaidah SEO sehingga cepat terindeks di google atau mesin pencari. Divisi AdvertiserKemudian divisi yang tak kalah pentingnya adalah divisi advertiser. Jadi tugas adv di sini adalah sebagai orang yang menyetting iklan dan juga mencari audience yang akan ditarget. Untuk divisi advertiser ini kita cukup mempunyai satu orang anggota divisi saja. Pun kalau ada tambahan, anda bisa mencari 1 orang freelance untuk membuat landing page yang hendak anda iklankan. Editing VideoNah satu lagi divisi yang tak boleh anda lewatkan adalah divisi yang khusus editing video. Di sini anda tidak bisa selamanya mengandalkan divisi konten karena mereka akan kebanyakan beban jika harus mengedit video untuk bisnis anda. Di sini anda bisa mempekerjakan satu orang freelance untuk editing videonya. Karena editing video juga tak selamanya posting setiap hari jadi anda cukup mempekerjakan mereka secara freelance. Jadi untuk membangun tim digital marketing cukuplah anda mempunyai minimal 7 orang. Kalaupun lebih dari malah lebih baik, misalnya 8 atau 9 orang yang nantinya akan mengurusi marketplace atau pasar online. Nah langkah untuk membangun tim digital marketing itu pertama-tama anda harus mencari leader untuk setiap divisi. Jika saat ini anda masih belum mempunyai satu orang pun tim, maka rekrutlah satu orang tiap divisi untuk nantinya diplotting menjadi leader. Jadi mulai sekarang anda harus rekrut setidaknya 5 orang di bagian konten, website, ads, editing video, dan marketplace. Dari situ nanti anda bisa mengembangkan tim digital marketing secara lebih masif lagi. Selamat mencoba. Semoga berhasil. Ingin membangun tim digital marketing untuk meningkatkan omset, tapi bingung mulai dari mana. Apakah Anda juga sedang merasakan hal yang sama? Jika iya, yuk baca artikel ini sampai selesai. Karena kali ini kita akan membahas tips membangun tim digital marketing supaya bisnis bisa lebih berkembang. Sudah tidak dipungkiri, sebagai pengusaha kita perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat dan makin canggih. Termasuk meng-upgrade pengetahuan dan skill dalam hal pemasaran dari konvensional marketing ke digital marketing. Nah sebelum membahas tipsnya, sebagai owner bisnis sebaiknya kita mengetahui 3 posisi inti dalam digital marketing. Agar saat merekrut tenaga ahli, kita benar-benar paham batasan dan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan. 3 Posisi Inti Tim Digital Marketing gambar social cut Sekilas, pemasaran digital tampak mudah. Buat konten, posting di medsos dan produk pasti terjual. Ets jangan salah paham, di balik ratusan ribu pembeli yang menyerbu suatu produk ada tim digital marketing yang bekerja keras dan fungsinya saling menunjang satu sama lain. KIra-kira apa saja posisi inti tim digital marketing yang wajib di miliki sebuah perusahaan? Digital Marketing Strategist Posisi inti tim digital marketing yang pertama adalah digital marketing strategist atau ahli strategi digital marketing. Kenapa? Jawabannya, karena dalam melakukan pemasaran secara digital perlu skill khusus. Yakni orang yang paham seluk beluk dan perkembangan media digital serta tentunya inovatif dalam menghadirkan solusi. Jadi pekerjaannya adalah menganalis masalah, kebutuhan dan menentukan target jangka pendek maupun jangka panjang dari sebuah bisnis. Hal ini tentu memerlukan ketajaman berpikir dan pengetahuan tentang dunia digital yang sangat luas. Oleh karena itu, jika bisnis ingin berkembang maka perusahaan kita memerlukan digital marketing strategist yang handal. Baca juga, Yuk, Persiapkan! Ini 10 Ciri Bisnis Masa Depan Seringkali kita salah paham dengan proses digital marketing yang sekilas tampak mudah dan simple. Padahal untuk mendapatkan hasil yang maksimal kita perlu memilih metode yang tepat dalam melaksanan proses pemasaran di era digital. Content Creator Posisi inti digital marketing yang kedua adalah content creator. Konten Apa ini tidak bisa di bebankan pada digital marketing strategist? Kalau di lihat dari implikasi dari perannya, pasti ia tahu content seperti apa yang perlu di buat. Jawabannya iya dan tidak. Betul bahwa digital marketing strategist akan tahu secara umum konten apa yang cocok untuk sebuah bisnis. Namun tetap saja, pembuatan konten itu perlu riset, pengetahuan terkait konten yang di buat, editing serta skill dalam produksi kontennya sendiri. Saat ini konten yang banyak dikonsumsi berupa gambar, tulisan dan juga video. Oleh karena itu, tidak aneh kalau posisi ini di pecah menjadi beberapa sub role lagi. Seperti content writer, copy writer, designer graphic, photographer, videographer dan lainnya. Untuk mengisi peran content creator kita butuh orang yang kreatif dan memiliki curiousity yang tinggi serta tentunya memiliki hard skill sebagai content creator seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya. Data Analyst Katanya data is the new gold. Di era digital, data sangat berpengaruh untuk kesuksesan bisnis. Siapa yang memiliki data, ia yang akan bertahan dan menang dalam persaingan. Karena dalam membuat strategi digital marketing kita wajib menggunakan data, bukan hanya comon sense semata. Ini adalah pekerjaan yang memerlukan ketelitian dan fokus yang tinggi. Ada berbagai media digital yang biasanya digunakan dalam digital marketing. Website, instagram, Tik Tok, Facebook dan lainnya yang punya karakteristik serta penyajian data yag berbeda. Belum lagi digital advertisingnya jika kita juga pakai cara paid promote. Oleh karena itu posisi inti yang ketiga dalam digital marketing adalah data analyst. Bukan hanya dikumpulkan, data tersebut harus di analisa sehingga mendapatkan kesimpulan yang tepat untuk selanjutnya di terapkan oleh tim digital marketing strategist. Setelah strateginya di tetapkan dan konten-konten di produksi, tentu perusahaan butuh yang namanya feedback. Feedback ini sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan. Selain itu feedback juga berguna untuk mengetahui apakah strategi yang di lakukan efektif ataukah tidak. Ketiga posisi ini pasti sangat berhubungan dan memiliki irisan pekerjaan satu sama lain. Namun sebaiknya role pekerjaannya di pisah. Sebab digital marketing strategist akan over role jika diharuskan untuk menjadi content creator atau data analyst. Dan tentu saja ini akan berimbas pada hasil yang tidak maksimal. Bca juga, 4 Faktor Penyebab Bisnis Online Gagal! gambar marvin meyer Setelah memahami 3 posisi inti dalam digital marketing yang diperlukan oleh sebuah perusahaan, kini saatnya membangun tim digital marketing Anda sendiri. Tapi setelah direnungkan, ternyata pekerjaan dalam melakukan proses digital marketing ini sangat kompleks ya? Jadi harus mulai dari mana? 1. Tentukan Tujuan Bisnis Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk membangun tim digital marketing adalah menentukan tujuan bisnis yang akan di kembangkan. Karena dengan tujuan bisnis yang jelas akan membantu Anda merekrut siapa saja yang cocok masuk ke dalam tim digital marketing Anda nantinya. Tentu tujuan tim digital bisnis harus sejalan dengan tujuan bisnis Anda. Jika tidak, hal ini akan menghambat perkembangan bisnis. Oleh karena itu goal itu harus di ucapkan secara kongkrit. Contoh dari tujuan bisnis yang butuh di kembangkan misalnya Menstabilkan omzet rutinMeningkatkan omzet bisnisMemperkuat branding perusahaan supaya di kenal lebih banyak orangMenjalin lebih banyak kerja sama dengan mediaMeningkatkan repeat order Sebagai owner Anda perlu paham betul bagaimana kondisi dari bisnis Anda sendiri. Jika Anda mau, tidak ada salahnya untuk menggunakan jasa business consultant untuk mencari second opinion tentang apa tujuan bisnis yang sebaiknya Anda kembangkan terlebih dulu. 2. Maksimalkan Apa yang di Miliki Setelah memilih tujuan bisnis tips membangun tim digital marketing slenajutnya adalah dengan memaksimalkan apa yang dimiliki saat ini. Dalam membangun tim digital marketing yang ideal, tentunya membutuhkan banyak tenaga ahli di bidangnya masing-masing. Namun tidak masalah jika saat ini kita belum mampu membangun tim digital marketing yang ideal. Jika hanya ada sendiri saat ini dengan tujuan masih menstabilkan omzet rutin, maka mau tidak mau tim digital marketing adalah diri Anda sendiri. Anda perlu mempelajari role dari 3 posisi inti tim ddigital marketing dan memulainya semampu Anda. Misalnya dengan memperhatikan jenis social media dan melakukan survey mana yang sering di pakai oleh target market Anda. Lalu mulai menganalisis konten apa yang cocok untuk mereka dan lakukan evaluasi. Bagaimana jika sudah punya budget untuk merekrut tenaga ahli namun baru bisa merekrut satu orang saja? Ini tergantung, jika Anda merasa lebih jago untuk membuat konten maka Anda bisa menyerahkan masalah strategi kepada digital marketing strategist. Begitupun sebaliknya. Data analyst bukannya tidak penting, justru ini adalah base. Namun jika bisnis belum terlalu besar, Anda bisa mengumpulkan dan menganalisis data sesuai kebutuhan dulu. 3. Pilih Media Digital Prioritas Dengan Cermat Tips yang ketiga yakni memilih media digital prioritas untuk pemasaran bisnis Anda. Di awal melakukan proses digital marketing biasanya kita tidak langsung menggunakan semua platform digital. Saat ini ada banyak sekali media sosial yang bisa di pilih. Namun Anda bisa memilih berdasarkan pertimbangan target pasar dan tujuan bisnis Anda. Supaya lebih jelas memahaminya, yuk simak ilustrasi berikut! Ilustrasi A Mbak Disa memiliki bisnis kecil dengan produk baju wanita muda. Target utama Mbak Disa saat ini adalah menstabilkan dan meningkatkan penjualan produknya agar bisnis bisa bertahan. Dengan begini Mbak Disa bisa menggunakan channel pemasaran MarketplaceMedsos Instagram dan Tiktok Mbak Disa di sarankan memakai marketplace karena perputaran jual beli baju di marketplace punya potensi yang tinggi tanpa harus mengeluarkan biasa paid promote. Instagram dan Tiktok fungsinya untuk mengundang target pasarnya, karena wanita muda biasanya banyak menggunakan kedua aplikasi tersebut. Apalagi Tiktok saat ini juga memiliki marketplace yang bisa di manfaatkan oleh Mbak Disa karena disana pun produk berupa baju biasanya laris manis. Baca juga, 10 Tips Bisnis Thrift Shop Modal Kecil Ilustrasi B Berbeda dengan Mbak Disa, Mbak Alicent mempunyai bisnis furniture yang sudah cukup besar dan sedang meningkatkan branding secara masif. Dengan asumsi ini, Mbak Alicent bisa mennggunakan media digital berupa WebsiteSEM Search Engine marketingMedsos Instagram dan Facebook Pada kasus Mbak Alicent, disarankan menggunakan website karena dengan memiliki website dengan domain yang profesional tentu bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand yang sedang di bangun. Selain itu di sarankan menggunaka SEM untuk memaksimalkan websitenya agar lebih mudah di temukan dan di promosikan oleh search engine. Sementara medsos bisa menggunakan instagam dan facebook karena kemungkinan target pasar banyak berada di sana. Dari sudah cukup jelas perbedaannya? 4. Membuat Struktur Organisasi Tim Digital Marketing Tips selanjutnya adalah membuat struktur organisasi tim digital marketing Anda secara ideal. Sebagai owner Anda perlu tahu semua role yang di butuhkan oleh bisnis Anda khususnya disini adalah tim digital marketing. Berdasarkan 3 posisi inti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kita bisa memecah menjadi beberapa role dalam satu posisi, khususnya pada posisi content creator. Misalnya Content writer, copywriter, graphic designer, photographer & videographer, marketplace specialist, social media specialist, head of content creator. Bagaimana jika kita belum mampu merekrut tenaga kerja sesuai rolenya? Tidak masalah kok. Anda bisa coba memfokuskan dulu 1 role yang lebih strategis di banding yang lain sesuai kebutuhan. Dengan asumsi, ada role utama dan role tambahan pada 1 posisi. 5. Membuat KPI Untuk Tiap Tim KPI Key Performance Indicator fungsinya sebagai indikator kinerja tim digital marketing selama menjalankan proses pemasaran. Dengan adanya KPI pada masing-masing tim kita bisa mengukur kemajuan pada promses digital marketing sedang kita lakukan. Contoh KPI untuk tim marketplace Live 3 kali/ minggu di marketplace Shopee, Lazada, Tik TokOmzet 10 kali lipat dari Ads misalnya biaya ads Rp 2 juta, maka omzetnya minimal bvisa tembus Rp 20 jutaMenjawab chat, dan komplain dengan baikMengikuti campaign event dari marketplace Penutup Selain 5 cara di atas, sebenarnya masih ada lagi tips yang tidak kalah penting untuk di lakukan. Apa itu? Jangan lupa untuk berevaluasi secara konsisten dan membuat perencanaan lanjutan. Kondisi sebuah bisnis tentu saja bisa berbeda-beda. Sebagai owner kita perlu cermat dalam membaca situasi dan jangan berhenti belajar. Karena kesuksesan bisnis tidak di raih dalam 1-2 hari saja. Semoga tips di atas bermanfaat untuk Anda. Salam sukses selalu!

membangun tim digital marketing