Kasus SULI ini memotret dan membuktikan betapa lemahnya kekuatan pemegang saham minoritas, baik di dalam perusahaan maupun di hadapan hukum. Hal ini apabila dianalisis dari segi hukumnya, maka tergambar beberapa kejanggalan yang menerangkan bahwa sesungguhnya hukum yang ada saat ini belumlah memadai. Contoh Kasus Kepastian Hukum. Hukum memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Salah satu aspek utama dalam hukum adalah kepastian hukum. Keberadaan hukum yang jelas dan pasti akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktiknya, sering kali terjadi kasus-kasus Faktor yang membuat pelaku bisnis melakukan pelanggaran antara lain : 1) Banyaknya competitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik, 2). Ingin menambah pasar, 3) ingin menguasai pasar. Dari ketiga factor tersebut, factor pertama adalah factor yang memiliki pengaruh paling kuat. Untuk mempertahankan produk perusahaan tetap menjadi yang 1. Pelanggaran Etika Bisnis terhadap prinsip Pertanggungjawaban Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Namun tindakan SULI setelah ini lah yang menjadikannya tidak wajar. Pada tanggal 1 Juli 2009, jajaran direksi dan dewan komisaris SULI memutuskan membeli ZCB ( Zero Coupon Bond) dengan nominal Rp 140.254.908.652,- atau setara dengan 140 miliar dari anak perusahaannya, yakni PT Sumalindo Hutani Jaya Tbk. ZCB adalah obligasi tanpa bunga atau 1PQN.

contoh kasus hukum perusahaan